Beranda > Puisi > Puisi Habibie untuk istrinya

Puisi Habibie untuk istrinya

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam
diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa
setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau
gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini.
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau
ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga
aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari Nya, dan kembali pada Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….

BJ.Habibie

Kategori:Puisi Tag:,
  1. 27 Mei 2010 pukul 11:00 am

    Apakah benar ini puisi Pak Habibie utk Ibu Ainun?
    Jika benar, aduhai indahnya… saya sampai menitikkan air mata.
    Mareka berdua membuktikan bahwa cinta sejati memanglah ada. T.T

  2. bukan BJ habibie
    27 Mei 2010 pukul 12:18 pm

    itu bukan buatan BJ Habibie gan, liat http://www.detiknews.com/read/2010/05/27/115819/1365025/10/puisi-cinta-untuk-ainun-di-dunia-maya-bukan-karya-bj-habibie?991101605
    gw lebih percaya detik😀 pantesan aja situ ga bikin sumbernya darimana. Mohon diralat.

  3. kemejapuisi
    27 Mei 2010 pukul 2:10 pm

    Terlepas tulisan Pak Habibie atau bukan, puisi ini sangat halus dan menyentuh bagi saya..salam kenal..silahkan berkunjung ke blog “prematur ” saya🙂

  4. 2 Juni 2010 pukul 3:51 pm

    salut

  5. 18 Juni 2010 pukul 1:54 am

    semangat…salamm kenal..

    di tunggu kunjungan balknya..

    terima kasih

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: